Kamis, 29 September 2022

PERTEMUAN 6_KREATIVITAS, KARSA CIPTA, GAGASAN FUTURISTIK

Definisi Kreativitas, Karsa Cipta, Dan Gagasan Futuristik

1. Definisi Kreatifitas beberapa ahli :

a. Menurut kamus Webster dalam Pamilu (2007) kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk mencipta yang ditandai dengan orisinilitas dalam berekspresi yang bersifat imajinatif

b. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005), kreativitas adalah kemampuan untuk mencipta, perihal berkreasi dan kekreatifan

c. Menurut James J. Gallagher dalam (Rachmawati, 2011) mengatakan bahwa “Creativity is a mental process bywhich an individual crates new ideas or products, or recombines existingideas and product, in fashion that is novel to him or her “


Bentuk kegiatan PKM Dilihat dari bentuk atau jenisnya, secara garis besar, PKM dikelompokan menjadi tiga, yaitu: 

1. PKM 5 Bidang terdiri dari PKM-R, PKM-K, PKM-PM, PKM-PI, dan PKM-KC 

2. PKM-Gagasan Futuristik Konstruktif (PKM-GFK) 

3. PKM-AI dan PKM-GT


Tujuan PKM bagi mahasiswa antara lain meningkatkan kreativitas, meningkatkan kemampuan menulis dan menyampaikan serta mengungkapkan gagasan, memperoleh pengalaman, pengakuan, dan pembentukan pengetahuan atau relasi. Manfaat terbesar yaitu menjadi lulusan yang unggul, berdaya saing, adaptif, fleksibel, produktif dan berdaya saing dengan kepribadian Pancasila, sehingga dapat membantu membangun Indonesia atau daerah setempat melalui ide-ide kreatifnya.


KREATIFITAS

Kreativitas adalah kemampuan untuk mencipta. Secara sederhana, kreativitas adalah kemampuan untuk mencipta. Artinya, bagaimana seseorang menggunakan daya imajinasinya dan sejumlah kemungkinan yang diperoleh karena interaksi dengan ide atau gagasan, orang lain, serta lingkungan.


KARSA CIPTA

Cipta bersinggungan dengan kekuatan pikiran untuk merancang atau membuat sesuatu. Rasa bersinggungan dengan kekuatan hati manusia untuk menanggapi sesuatu, sedangkan karsa adalah semangat atau dorongan dalam diri manusia untuk berbuat sesuatu.


GAGASAN FUTURISTIK

Futuristik merupakan sebuah konsep, hal yang aneh, modern, dan dibayangkan dari waktu yang akan datang di masa depan.

PKM-GFT merupakan pembuatan karya berupa konsep/gagasan tertulis yang bersifat futuristik, yakni berorientasi pada perubahan di masa depan.

Kamis, 22 September 2022

Pertemuan 5 Inovasi Pemberdayaan Potensi Masyarakat Melalui Teknologi

Menurut Mardikanto (Mardikanto dan Soebiato, 2012), sesuatu ide, produk, informasi teknologi, kelembagaan, perilaku, nilai-nilai, dan praktik-praktik baru yang belum banyak diketahui, diterima, dan digunakan dan atau diterapkan/dilaksanakan oleh  sebahagian besar warga masyarakat dalam suatu lokalitas tertentu, yang dapat digunakan untuk mendorong terjadinya  perubahan-perubahan di segala aspek kehidupan masyarakat demi terwujudnya perbaikan-perbaikan mutu hidup setiap individu dan seluruh warga masyarakat yang bersangkutan.

Menurut pengertian ini, kata “baru” yang melekat pada istilah inovasi bukan selalu berarti baru  diciptakan, tetapi dapat berupa sesuatu yang sudah “lama” dikenal, diterima, atau digunakan/diterapkan  oleh masyarakat di luar sistem  sosial yang menganggapnya sebagai sesuatu  yang masih “baru”.  Pengertian “baru” juga tidak selalu harus datang dari luar, tetapi dapat berupa teknologi setempat (indigenous tecnology)  atau kebiasaan setempat (kearifan lokal) yang sudah lama ditinggalkan.

Menurut Kepala BPMKB Kab. Subang H. Syawal, dalam rangka efisiensi, efektivitas, nilai tambah dan mutu hasil produksi kegiatan masyarakat, perlu dilakukan upaya pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan teknologi tepat guna.

Lebih lanjut Syawal mengatakan “Teknologi Tepat Guna yang selanjutnya disebut TTG adalah teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dapat menjawab permasalahan masyarakat, tidak merusak lingkungan, dapat dimanfaatkan dan dipelihara oleh masyarakat secara mudah, serta menghasilkan nilai tambah dari aspek ekonomi dan aspek lingkungan”.

 Menurut Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat UI

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat adalah kegiatan yang mencakup upaya-upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia antara lain dalam hal perluasan wawasan, pengetahuan maupun peningkatan keterampilan yang dilakukan oleh civitas akademika sebagai perwujudan dharma bakti serta wujud kepedulian untuk berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan dan memberdayakan masyarakat luas terlebih bagi masyarakat ekonomi lemah.

 Pemberdayaan Potensi Masyarakat

1. Awereness

2. Disiplin Pribadi

3. Gotong Royong

Pendekatan yang bisa dilakukan dalam suatu perubahan

Context

Aspek kelembagaan, aspek system. Manajemen, aspek organisasi, aspek penguasaan materi pemberdayaan

Input

sumberdaya, fasilitas yang diperlukan dalam memberdayakan agen pembaharu

Proses

Seluruh kegiatan/LangkahLangkah secara bertahap yang dilakukan dalam rangka pemberdayaan agen pembaharu

Output

Hasil akhir setelah serangkaian proses pemberdayaan dilakukan

Outcome

Nilai manfaat yang ditimbulkan setelah agen pemvaharu memeiliki tingkat pemberdayaan tertentu

Contoh Alur Program Pemberdayaan

Food Waste and Recovery

Land and Space for Agriculture

Farming and Food Production

Processing and Distribution

Buying and Selling

Eating and Celebration

Pemberdayaan Potensi Masyarakat melalui Inovasi Teknologi

Ada 4 prinsip yang sering digunakan untuk suksesnya program pemberdayaan :

a) Prinsip Kesetaraan

Dinamika yang dibangun adalah hubungan kesetaraan dengan mengembangkan mekanisme berbagai pengetahuan, pengalaman, serta keahlian satu sama lain.

Masing-masing saling mengakui kelebihan dan kekurangan, sehingga terjadi proses saling belajar.

 b) Partisipasi

Program pemberdayaan yang dapat menstimulasi kemandirian masyarakat adalah program yang sifatnya partisipatif, direncanakan, dilaksanakan, diawasi, dan dievaluasi oleh masyarakat

c) Keswadayaan atau Kemandirian

Prinsip keswadayaan adalah menghargai dan mengedepankan kemampuan masyarakat daripada bantuan pihak lain

Peran Masyarakat dalam Peningkatan Inovasi Teknologi

Melahirkan individu yang mandiri dalam masyarakat

Menciptakan lingkungan dengan etos kerja yang tinggi

Melatih masyarakat untuk melakukan perencanaan dan tanggung jawab atas tindakan mereka

Menambah kemampuan berpikir

Memperkecil angka kemiskinan

Kamis, 08 September 2022

Pertemuan3_RISET DAN INOVASI

 Review Jurnal Riset Sosial

Judul : Frozen

Penulis :

1. Nurul Ismi

2. Faizatul Hikmah

3. Muhammad Khoirunnajib

 (Universitas Muhammadiyah Jakarta)

Tujuan Penelitian :

Sesuai dengan masalah yang diangkat di atas, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ice breaking terhadap motivasi belajar siswa sekolah dasar.

Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut

1. Bagi Peneliti Menambah pengetahuan dan keterampilan peneliti mengenai pengeruh ice breaking terhadap motivasi belajar siswa sekolah dasar dan dapat menjadi salah satu dasr, acuan, dan masukan dalam mengembangkan penelitianpenelitian selanjutnya.

2. Bagi guru

a. Sebagai masukan dalam meningkatkan dan memperluas pengetahuan serta wawasan dalam memotivasi siswa dalam proses pembelajaran.

b. Meningkatkan kreatifitas guru.

3. Bagi Siswa Dapat meningkatkan dan membangkitkan keaktifan, kreatif serta semangat belajar siswa terhadap mata pelajaran dengan cara ice breaking.

 4. Bagi Sekolah Hasil penelitian dapat memberikan masukan untuk meningkatkan motivasi siswa dalam proses pembelajaran.

LATAR BELAKANG MASALAH:

Belajar menurut kamus besar bahasa Indonesia ( KBBI ) adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu, berlatih, berubah tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalama. Belajar juga dapat diartikan suatu perubahan dalam tingkah laku, dimana perubahan itu dapat mengarah kepada tingkah laku yang lebih baik, tetapi juga ada kemungkinan mengarah kepada tingkah laku yang lebih buruk. Di dalam proses pembelajaran di sekolah banyak faktor yang mempengaruhi di antaranya: siswa, guru, kurikulum, media, metode pembelajaran, dan sebagainnya. Itu semua yang mendukung proses pembelajaran. Sesuai dengan judul penelitian yaitu frozen yang berarti kebekuan. Yang dimaksud kebekuan, di dalam proses pembelajaran di sekolah ada kalahnya siswa memiliki situasi kebekuan pikiran atau mengalami titik jenuh atau bosan dalam pembelajaran. Bahwa sesungguhnya tidak ada pelajaran yang membosankan dan tidak ada pelajaran yang sulit yang ada adalah guru yang membosankan, karena tidak mengerti cara menyajikan materi dengan benar, baik menyenangkan dan menarik minat serta perhatian siswa menurut Adi Soenamo. Untuk menarik perhatian siswa terhadap pembelajaran dibutuhkan motivasi belajar yang di milikinya. Siswa yang memiliki motivasi belajar yang tinggi cenderung prestasinya pun akan tinggi pula, sebaliknya siswa yang motivasi belajarnya rendah akan rendah pula prestasi belajarnya menurut M.Ngalimin purwanto.

 

METODE PENELITIAN:

3.1 Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di SD Muhammadiyah 28 Jakarta pagi Jakarta. Waktu penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2016/2017, di bulan Febuari 2017.

3.2 Metode Penelitian

Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode Pre Experimental. Desai yang digunakan adalah One-shot case study. Pengunaan desai ini, penelitian hanya mengadakan treatment satu kali yang diperkirakan sudah mempunyai pengaruh. 3.3 Variabel dan Definisi Operasional a. Ice Breaking sebagai variable independen (bebas). b. Motivasi belajar siswa sekolah dasar di SD Muhammadiyah 28 Jakarta kelas 5 sebagai variable dependen (terikat).

3.4 Populasi dan Sampel Penelitian

a. Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SD Muhammadiyah 28 Jakarta kelas 5 A yang berjumlah 30 siswa (kelas eksperimen) dan siswa SD Muhammadiyah 28 Jakarta kelas 5 B yang berjumlah 30 siswa (kelas control).

b. Sampel Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah siswa SD Muhammadiyah 28 Jakarta tahun ajaran 2016-2017 sejumlah 30 siswa.

3.5 Pengukuran Vaiabel Penelitian Skala pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini yaitu skla likert.

3.6 Teknik Pengumpulan Data

Instrumen penelitian yang digunakan sebagai alat mengumpulkan data adalah dokumentasi, tes hasil belajar, angket dan lembar observasi. Analisis data untuk tes hasil belajar siswa diukur dengan 6 pertanyaan uraian yang telah di uji coba pada kelas uji coba dengan menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas.

HASIL PENELITIAN:

Hasil penelitian ini akan dijurnalkan ke dalam jurnal nasional tak terakreditasi dan akan diseminarkan dalam seminar nasional tak terakreditasi. Ice breaking berfungsi mengkondisikan kembali ke dalam situasi yang baru atau sebagai pemecah situasi ke bekuan pikiran. Dalam hal ini siswa yang mengalami ke jenuhan dalam belajar atau tidak semangat dapat kembali termotivasi untuk semangat belajar dengan menggunakan ice breaking ini terutama bagi siswa SD tinggat tinggi yang sudah mendapatkan pembelajaran yang agak rumit. Berdasarkan latar belakang yang di paparkan penulis Untuk mencairkan suasana kebekuan peniliti dalam pembelajaran peneliti mencoba untuk 2 meningkatkan motivasi belajar siswa dengan menggunakan ice breaking di SD yang berjudul FROZEN.

KOMENTAR:

Menurut saya Secara keseluruhan jurnal atau proposal yang disusun oleh penulis itu sudah sangat bagus karena pada metode penelitian yang digunakan itu ini menggunakan metode penelitian kuantitatif  dimana penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara dokumentasi.

 

 

Review Jurnal Riset Empirik

Judul : KAJIAN EMPIRIK DAN NON EMPIRIK EMISI GAS BUANG DI JALAN RAYA BERDASARKAN STANDAR KUALITAS UDARA

Penulis : 

1. Galuh Renggani Wilis

(Universitas Pancasakti Tegal)

 

 

 

 

Tujuan Penelitian :

Penelitian ini bertujuan untuk

a. Mengetahui emisi gas buang lalu lintas baik secara empirik maupun non empirik di lokasi penelitian

b. Meninjau hasil penelitian terhadap standar kualitas udara

LATAR BELAKANG MASALAH:

Pertumbuhan penduduk, peningkatan pendapatan dan daya tarik kota menyebabkan aktifitas dan volume lalu lintas di jalan raya semakin meningkat. Pertambahan jumlah kendaraan bermotor yang cukup tajam menyebabkan polusi udara meningkat pula. Dampak dari polusi yang berupa gangguan kesehatan dan kenyamanan sangat dirasakan bagi para pengguna jalan maupun masyarakat sekitarnya terutama sepanjang jalan yang terdapat bangunan – bangunan yang seharusnya berada pada lingkungan yang sehat seperti bangunan Rumah Sakit, gedung sekolah, rumah tinggal, pusat perbelanjaan dan perguruan tinggi. Untuk itu perlu adanya penelitian seberapa besar kadar polutan serta mengetahui masih aman atau tidaknya kadar polutan di jalan tersebut bila ditinjau dari baku mutu yang diijinkan. Penelitian disini dilakukan di depan rumah sakit Orthopedi dimana lokasi tersebut seharusnya kualitas udaranya terjaga menyangkut kesehatan pengguna jasa rumah sakit dan kenyamanan pengguna jalan lain karena di lokasi tersebut juga terdapat rumah sakit lain, perkantoran,perguruan tinggi,sekolah dan pusat perbelanjaan.

METODE PENELITIAN:

1.       Waktu dan Tempat Penelitian

Pengukuran kebisingan, emisi gas buang dan pengambilan data lalu lintas dilakukan pada hari Senin dan Sabtu pukul 07.00- 17.00 WIB. Pada ruas jalan A. Yani Pabelan tepatnya di depat Rumah Sakit Ortopedi. Waktu tersebut dipilih untuk mewakiliki hari sibuk dan hari libur

HASIL PEMBAHASAN:

1. Hasil pengujian menunjukkan angka yang dihasilkan melebihi standar kualitas udara yang diijinkan.

2. Usaha penanganan dapat ditempatkan pengalihan route kendaraan berat ke jalur lain.

Kamis, 01 September 2022

PERTEMUAN 2_KETERAMPILAN ABAD KE-21


    Inovasi adalah sesuatu yang baru atau perbaikan penting. Merupakan hasil dari kreasi atau transformasi dari inventions, discoveries, ide, analisa, pengetahuan maupun data/informasi. Inovasi pada dasarnya bukan phenomena yang berdiri sendiri (autonomous). Inovasi dalam sehari-hari diartikan dalam dua pengertian. Yang pertama, diartikan sesuatu ide, atau obyek baru yang dimanfaatkan oleh seseorang atau masyarakat.


Contoh Inovasi
Internet/Web/Search Engine (Mesin Pencari)
    Mesin pencarian dengan teknologi menjadi penemuan terbesar dan penting di seluruh dunia. Penemuan ini membantu orang di seluruh dunia untuk berkomunikasi dan mencari apa pun atau informasi yang dibutuhkan.

Laptop dan Wi-Fi
    Setelah revolusi besar komputer desktop, Laptop tampaknya membuat penggunaan internet dan teknologi menjadi lebih mudah. Dulu menggunakan internet harus melalui kabel, tapi sekarang menggunakan internet bisa tanpa kabel yang dikenal dengan Wi-Fi.

Artificial Intelligence (AI)
    Al mengacu pada simulasi kecerdasan manusia dalam mesin yang diprogram untuk berpikir seperti manusia dan meniru tindakan mereka. Istilah ini juga sejatinya dapat diterapkan pada mesin apa pun yang menunjukkan ciri-ciri yang terkait dengan pikiran manusia seperti pembelajaran dan pemecahan masalah.


Dalam Keterampilan Abad ke 21 terdapat 4 pilar yaitu sebagai berikut :
Learning to how (belajar untuk mengetahui)
Learning to do (belajar untuk melakukan)
Learning to be (belajar untuk mengaktualisasikan diri sebagai individu mandiri yang berkepribadian)
Learning to live together (belajar untuk hidup bersama)


Jenis keterampilan pada abad ke-21 yaitu :
1. Komunikasi Komunikasi yang baik dapat memudahkan kita dalam berinteraksi dengan orang lain. Komunikasi tersebut dapat diwujudkan melalui tulisan dan lisan
2. Berpikir Kritis Kemampuan berpikir kritis sangat dibutuhkan di abad ke 21. Hal tersebut dapat dilihat dari kemampuan kita dalam menyelesaikan masalah, berpikir kreatif dan masih banyak lagi.
3. Kemampuan Menggunakan Teknologi Digital Abad ke 21 Pada masa pandemi, teknologi menjadi salah satu cara untuk mempermudah aktivitas kita. Oleh karena itu, seiring dengan berkembangnya teknologi kita dituntut untuk dapat menguasainya.
4. Keragaman dan Kerja Sama Kemampuan dalam berkolaborasi dan berempati terhadap lingkungan sekitar yang sangat beragam
5. Etika dan Tanggung Jawab Profesionalisme Kemampuan dalam bertindak sesuai etika yang berlaku dan berperilaku profesional
6. Kefasihan dalam Mendapatkan dan Mencerna Informasi Ini adalah kemampuan dalam mencari informasi dan memahami informasi tersebut secara efektif dan mengunakannya sesuai dengan keperluan.

    Society 5.0 atau Masyarakat 5.0 adalah konsep teknologi masyarakat yang berpusat pada manusia dan berkolaborasi dengan teknologi (AI dan IoT) untuk menyelesaikan masalah sosial yang terintegrasi pada ruang dunia maya dan nyata. Karna pada era 5.0 semua akan menggunakan teknologi seperti robot maka yang harus dipersiapkan untuk menghadapinya salah satunya adalah dengan memperbaiki atau meningkatkan nilai moral seperti sopan santun yangmana robot tidak memilikinya.

    Kemajuan teknologi informasi membawa dampak negatif di kalangan sebagian remaja di indonesia, bila mereka tidak siap  menghadapinya. Remaja yang di maksut di sini adalah kebanyakan mereka yang masih dalam tahap belajar di tingkat Sekolah Menengah Pertama dan Ssekolah Menengah Atas.


Keterampilan yang dibutuhkan pada era sekarang ini :
    Learning to how (belajar untuk mengetahui)
    Learning to do (belajar untuk melakukan)
    Learning to be (belajar untuk mengaktualisasikan diri sebagai individu mandiri yang berkepribadian)
    Learning to live together (belajar untuk hidup bersama)



Mohon Maaf Jika Terdapat Salah Kata, Semoga Materi Yang Saya Bagikan Bisa Bermanfaat Bagi Kita Semua. Dan Terima Kasih Banyak Telah Mampir Di Blog Saya

PERTEMUAN 6_KREATIVITAS, KARSA CIPTA, GAGASAN FUTURISTIK

Definisi Kreativitas, Karsa Cipta, Dan Gagasan Futuristik 1. Definisi Kreatifitas beberapa ahli : a. Menurut kamus Webster dalam Pamilu (200...