Menurut Mardikanto (Mardikanto dan Soebiato, 2012), sesuatu ide, produk, informasi teknologi, kelembagaan, perilaku, nilai-nilai, dan praktik-praktik baru yang belum banyak diketahui, diterima, dan digunakan dan atau diterapkan/dilaksanakan oleh sebahagian besar warga masyarakat dalam suatu lokalitas tertentu, yang dapat digunakan untuk mendorong terjadinya perubahan-perubahan di segala aspek kehidupan masyarakat demi terwujudnya perbaikan-perbaikan mutu hidup setiap individu dan seluruh warga masyarakat yang bersangkutan.
Menurut pengertian ini, kata “baru” yang melekat pada istilah inovasi bukan selalu berarti baru diciptakan, tetapi dapat berupa sesuatu yang sudah “lama” dikenal, diterima, atau digunakan/diterapkan oleh masyarakat di luar sistem sosial yang menganggapnya sebagai sesuatu yang masih “baru”. Pengertian “baru” juga tidak selalu harus datang dari luar, tetapi dapat berupa teknologi setempat (indigenous tecnology) atau kebiasaan setempat (kearifan lokal) yang sudah lama ditinggalkan.
Menurut Kepala BPMKB Kab. Subang H. Syawal, dalam rangka efisiensi, efektivitas, nilai tambah dan mutu hasil produksi kegiatan masyarakat, perlu dilakukan upaya pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan teknologi tepat guna.
Lebih lanjut Syawal mengatakan “Teknologi Tepat Guna yang selanjutnya disebut TTG adalah teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dapat menjawab permasalahan masyarakat, tidak merusak lingkungan, dapat dimanfaatkan dan dipelihara oleh masyarakat secara mudah, serta menghasilkan nilai tambah dari aspek ekonomi dan aspek lingkungan”.
Menurut Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat UI
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat adalah kegiatan yang mencakup upaya-upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia antara lain dalam hal perluasan wawasan, pengetahuan maupun peningkatan keterampilan yang dilakukan oleh civitas akademika sebagai perwujudan dharma bakti serta wujud kepedulian untuk berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan dan memberdayakan masyarakat luas terlebih bagi masyarakat ekonomi lemah.
Pemberdayaan Potensi Masyarakat
1. Awereness
2. Disiplin Pribadi
3. Gotong Royong
Pendekatan yang bisa dilakukan dalam suatu perubahan
Context
Aspek kelembagaan, aspek system. Manajemen, aspek organisasi, aspek penguasaan materi pemberdayaan
Input
sumberdaya, fasilitas yang diperlukan dalam memberdayakan agen pembaharu
Proses
Seluruh kegiatan/LangkahLangkah secara bertahap yang dilakukan dalam rangka pemberdayaan agen pembaharu
Output
Hasil akhir setelah serangkaian proses pemberdayaan dilakukan
Outcome
Nilai manfaat yang ditimbulkan setelah agen pemvaharu memeiliki tingkat pemberdayaan tertentu
Contoh Alur Program Pemberdayaan
Food Waste and Recovery
Land and Space for Agriculture
Farming and Food Production
Processing and Distribution
Buying and Selling
Eating and Celebration
Pemberdayaan Potensi Masyarakat melalui Inovasi Teknologi
Ada 4 prinsip yang sering digunakan untuk suksesnya program pemberdayaan :
a) Prinsip Kesetaraan
Dinamika yang dibangun adalah hubungan kesetaraan dengan mengembangkan mekanisme berbagai pengetahuan, pengalaman, serta keahlian satu sama lain.
Masing-masing saling mengakui kelebihan dan kekurangan, sehingga terjadi proses saling belajar.
b) Partisipasi
Program pemberdayaan yang dapat menstimulasi kemandirian masyarakat adalah program yang sifatnya partisipatif, direncanakan, dilaksanakan, diawasi, dan dievaluasi oleh masyarakat
c) Keswadayaan atau Kemandirian
Prinsip keswadayaan adalah menghargai dan mengedepankan kemampuan masyarakat daripada bantuan pihak lain
Peran Masyarakat dalam Peningkatan Inovasi Teknologi
Melahirkan individu yang mandiri dalam masyarakat
Menciptakan lingkungan dengan etos kerja yang tinggi
Melatih masyarakat untuk melakukan perencanaan dan tanggung jawab atas tindakan mereka
Menambah kemampuan berpikir
Memperkecil angka kemiskinan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar